SENANEWS.ID, MEDAN – Polrestabes Medan menggelar patroli skala besar guna mencegah tindak kriminal meresahkan warga Kota Medan yang kerap beraksi pada malam hari.
Sebelum patroli skala besar, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyampaikan arahan dalam apel yang digelar di PRSU jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (2/11) malam.
“Pak Hoegeng pernah berpesan banggalah menjadi polisi karena masyarakat bangga memiliki mu. Sepertinya sederhana tetapi kalimat-kalimat positif ini menjadi semangat buat kita secara pribadi,” kata Gidion.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran yang hadir untuk mensyukuri pekerjaan yang telah diamanahkan sebagai anggota Polri.
“Siapa lagi yang mau menikmati menjadi polisi kalau bukan diri kita, nikmatilah takdir kita menjadi polisi, nikmatilah penugasan yang diberikan kepada kita dan nikmati harapan yang ada pada kita,” ujarnya.
Ia menuturkan, semua manusia di muka bumi ini memiliki cita-cita dan harapan yang ingin diraih.
“Saya yakin kita semua tak berhenti di sini, kita harus bergerak dan mencapai apa yang kita cita-citakan. Sebab masing-masing pribadi pasti punya keinginan dan cita-cita, karena itu ini menjadi semangat bagi kita untuk lakukan yang terbaik,” jelasnya.
Gidion mengungkapkan, kerja keras jajarannya berdampak dengan berhasil meringkus pelaku tindak kriminal dan penertiban tempat yang kerap dijadikan sebagai lokasi peredaran narkoba.
“beberapa hari ini aktifitas, kinerja dan operasional rekan-rekan bisa dirasakan dampaknya di masyarakat dan pengakuan itu juga datang dari masyarakat itu sendiri. Beberapa menyampaikan bahwa melihat polisi dan patroli polisi sampai pada jam-jam kecil dini hari,” tukasnya.
Sebagai anggota Polri, ia meminta seluruh jajarannya untuk tetap fokus menjalankan tugas dan jangan pernah merasa sendiri.
“Polsek yang sedikit jumlahnya jangan pernah merasa sendirian karena punya Polres, Polres jangan pernah merasa sendirian karena punya Samapta dan Brimob Polda,” tukasnya.
Gidion membeberkan, tindak kriminalitas yang terjadi masih berkutat di 3C (Curat, Curas dan Curanmor). Kemarin telah terjadi di wilayah Kualanamo, masyarakat Medan yang berangkat ke bandara mengantar saudaranya kemudian menjadi korban 365.
“Artinya apa? Ada pergeseran TKP tindak kriminal dari Medan ke daerah pinggiran. Jadi mereka (pelaku kriminal) bergerak, jika mereka bergerak maka kita akan terus bergerak,” kata dia.
“Saya sangat percaya bahwa apa yang kita lakukan menjadi berkah buat kita, gak turun ke kita langsung turun ke anak-anak kita,” lanjutnya.














