SENANEWS.ID, TAPUT – Bencana banjir, tanah longsor, serta akses jalan yang terputus dari Sibolga menyebabkan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Tapanuli Utara (Taput) kosong, termasuk di SPBU Kecamatan Siborongborong.
Kabag Ekonomi Taput, Mantovani Lumbantobing, Kamis (27/11/2025) kepada Mistar membenarkan kekosongan BBM tersebut.
“Habis stok BBM di SPBU di Tapanuli diakibatkan bencana alam banjir, tanah longsor, dan sejumlah akses jalan terputus dari Sibolga menuju Tarutung,” ujar Mantovani.
Ia menegaskan Pemkab Taput telah berupaya menembus pasokan BBM dari wilayah Siantar dan Pelabuhan Belawan agar kebutuhan bahan bakar warga, terutama sektor transportasi dan penanggulangan bencana, dapat segera teratasi.
Ia merinci, keterlambatan pengiriman disebabkan dua faktor utama. Pertama, tanker minyak di Belawan Port belum dapat sandar akibat cuaca buruk. Kedua, pasokan BBM dari Pertamina SAM Retail Sibolga belum dapat bergerak karena banyaknya titik longsor di sepanjang jalur Sibolga-Tarutung yang masih tertutup material.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina, BPH Migas Perwakilan Sumut, dan BPH Migas RI, guna memprioritaskan pasokan BBM ke daerah terdampak bencana dengan Pengalihan kuota dari wilayah Siantar ke Taput.
Pemerintah daerah juga telah mengirim surat resmi kepada BPH Migas RI agar mendapat prioritas distribusi BBM, termasuk usulan pengalihan kuota dari kabupaten lain menuju Taput.
Mantovani menjelaskan, dalam rangka mendukung penanganan bencana, pihaknya turut mendorong program Pertamina Peduli bersama SPBU SPBU Silangkitang, Sipoholon. Melalui kerja sama ini, pembelian Dexlite diberikan keringanan, namun pembayaran disetarakan dengan harga Biosolar untuk memastikan operasional alat berat dan excavator tetap berjalan saat penanggulangan bencana.
Sementara itu, warga menginformasikan kepada Mistar, sudah dua hari stok BBM habis di SPBU Siborongborong. Kondisi ini berdampak pada mobilitas masyarakat dan kebutuhan logistik bencana di wilayah tersebut.














