SENANEWS.ID, MEDAN – Menekan angka kriminalitas seperti tawuran, geng motor, dan kejahatan jalanan lainnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Polres Pelabuhan Belawan menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Belawan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, mengatakan patroli KRYD ini digelar di tempat-tempat yang rawan terjadi gangguan kamtibmas. Dengan adanya patroli ini, pihaknya berharap dapat menekan terjadinya kejahatan di wilayah tersebut.
“Kalau untuk kegiatan KRYD itu sudah rutin kita laksanakan. Kita lakukan kegiatan di tempat-tempat yang rawan kejadian kejahatan, seperti perjudian dan kekerasan,” ujar Kombes Ricko Taruna Mauruh belum lama ini saat diwawancarai Mistar di Polda Sumut.
Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, lanjut Ricko, pihaknya dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut akan turut serta untuk me-backup pihak Brimob, Polres Pelabuhan Belawan, dan Tim Samapta Polda Sumut. Dalam KRYD ini, lanjut Ricko, pihaknya turut melibatkan pihak-pihak terkait seperti TNI dan unsur Forkopimcam lainnya.
Kita juga di-backup dari rekan-rekan Brimob dan Samapta Polda Sumut. Kita melibatkan rekan kita dari TNI untuk melakukan kegiatan-kegiatan KRYD di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” ujar Ricko mengakhiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Dr Ferry Walintukan, mengatakan permasalahan di wilayah Belawan dapat diatasi apabila melibatkan semua pihak. Menurut Ferry, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.
“Jika hanya polisi saja, masalah ini cukup sulit untuk diatasi. Ini dapat diatasi apabila masyarakat turut andil, salah satunya dengan mengawasi kegiatan anak-anak dan tidak membiarkan mereka ikut serta dalam kegiatan yang tidak diinginkan,” ujar Kombes Ferry, Jumat (24/4/2026).
Selain peran orang tua, lanjut Ferry, peran masyarakat (lingkungan sekitar), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah sangat dibutuhkan. Terakhir, lanjut Ferry, peran pemerintah setempat mulai dari tingkat kepling, kelurahan, kecamatan hingga kota juga penting untuk mengatasi masalah ini, ujar Ferry mengakhiri.














