SENANEWS.ID, JAKARTA — Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Polda Metro Jaya menggelar seminar bertema “Generasi AI Nusantara: Guru Adaptif, Guru Kreatif” pada Sabtu pagi, 25 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 yayasan tersebut, sekaligus upaya strategis mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di lingkungan sekolah binaannya.
Seminar berlangsung di Aula Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dihadiri puluhan guru dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar Kemala Bhayangkari se-DKI Jakarta.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang interaktif, mulai dari pemaparan materi hingga sesi permainan berbasis kecerdasan.
Ketua Kemala Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ny. Indah Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi komitmen utama organisasinya. Menurut dia, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, menuntut perubahan cara mengajar yang lebih adaptif.
“Yayasan Kemala Bhayangkari terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal,” kata Ny. Indah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, seminar ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus menginspirasi metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Menurutnya, peran guru tidak lagi sebatas penyampai materi, melainkan fasilitator yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Melalui seminar ini kami berharap kualitas para guru semakin meningkat, serta lahir metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam sesi utama, narasumber Yusuf Seto, Head of Business Development Resources untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dari Cambridge University Press & Assessment yang berkolaborasi dengan London School of Public Relations, menyoroti urgensi pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.
Menurut Yusuf, AI bukan sekadar alat bantu, melainkan sarana untuk membangun pola pikir kritis dan kompetitif bagi siswa. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus diawali dengan pemahaman konsep yang benar.
“AI bermanfaat untuk menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan zaman. Tapi yang utama adalah memahami konsepnya, agar teknologi digunakan untuk mengembangkan kemampuan diri, bukan menjadi ketergantungan,” kata Yusuf.
Ia menambahkan, pengenalan AI sejak dini akan membuka wawasan siswa terhadap dunia global yang semakin terdigitalisasi. Tanpa pemahaman tersebut, generasi muda berisiko tertinggal dalam persaingan.
“Semua murid harus diberi pemahaman memanfaatkan teknologi secara relevan. Jangan sampai generasi kita tertinggal dan tidak memahami dunia yang terus berubah,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, seminar juga diwarnai sesi interaktif berupa permainan kecerdasan yang dipandu langsung oleh narasumber. Kegiatan ini bertujuan melatih logika, kreativitas, serta pemahaman praktis peserta terhadap konsep AI.
Sepanjang acara, para guru terlihat aktif berpartisipasi dan menunjukkan antusiasme tinggi. Diskusi yang berlangsung dinamis mencerminkan kebutuhan nyata akan literasi teknologi di kalangan pendidik, khususnya di tingkat pendidikan dasar.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kemala Bhayangkari Metro Jaya berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi, sekaligus melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan era digital.














