SENANEWS.ID, JAKARTA – Pelatih baru Persija Jakarta Shin Tae-yong (STY) mengungkapkan bahwa timnya sudah mengontrak pemain asing yang sebelumnya bermain di Borneo FC, Mariano Peralta.
Hal ini dikatakan STY dalam jumpa pers pengenalan dirinya menjadi pelatih anyar Macan Kemayoran di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin.
“Untuk Peralta memang sudah dikontrak seperti yang saya dengar dan saya pun senang. Jadi ingin sambut Peralta dengan sangat senang hati,” kata pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Meski belum diresmikan secara langsung, Peralta akan menjadi tambahan yang sangat bagus untuk Persija mengingat performanya musim ini bersama Borneo.
Pada tahun pertamanya ini, Peralta yang baru merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Asia untuk pertama kalinya, langsung unjuk gigi dengan torehan 20 gol dan 14 assist.
Secara total, Peralta tak pernah absen selama membela Borneo, dengan dia juga selalu menjadi pemain starter dalam 34 pertandingan.
Kontribusinya ini membuat tim Peralta, Borneo, bersaing ketat sampai pekan terakhir dengan Persib Bandung dalam perebutan juara BRI Super League. Pada akhir klasemen, Pesut Etam gagal menjadi juara hanya kalah dalam hal head-to-head melawan tim yang dipimpin Bojan Hodak tersebut.
“Untuk skuad, masih sampai saat ini berdiskusi terus bersama Pak Panca dan owner Persija Jakarta. Mungkin untuk pemain asing akan ada banyak perubahan, tetapi untuk pemain lokal tidak akan banyak perubahan. Itu pendapat saya,” kata STY, mantan pelatih timnas Indonesia selama lima tahun tersebut.
Lebih lanjut, rencananya di Persija selama tiga tahun ke depan juga terlibat dalam pengembangan pemain-pemain muda yang mereka miliki.
“Memang untuk masa depan sepak bola Indonesia perlu banyak menit bermain untuk pemain-pemain muda. Memang pastinya akan berubah situasi tergantung bagaimana situasi ke depannya, tetapi saya yakin perlu pemain-pemain muda itu bermain di Liga Indonesia,” kata dia.
Sejauh ini Persija sudah melepas tujuh pemain dari 11 pemain asingnya musim lalu. Ketujuh pemain ini adalah Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, Emaxwell Souza, Allano Lima, Thales Lira, dan Alaaeddine Ajaraie.














