SENANEWS.ID, JAKARTA – Upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan Polda Metro Jaya melalui program ‘Jaga Jakarta On The Spot’. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di lingkungan RT 03 RW 01, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (9/6), dengan menghadirkan langsung dua pejabat utama Polda Metro Jaya untuk mendengarkan aspirasi warga.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan permukiman padat penduduk itu menjadi wadah dialog terbuka antara aparat kepolisian dan masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono serta Pelaksana Tugas Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya AKBP Gede Pasek.
Dengan suasana santai dan penuh keakraban, para pejabat kepolisian duduk bersama warga sambil menikmati kopi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan keamanan, ketertiban masyarakat, hingga tantangan di era digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua RT 03 RW 01 Margajaya, Riko Pendiansyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat utama Polda Metro Jaya yang turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk mendengar berbagai masukan dan keluhan warga.
Menurut Riko, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak di lingkungan kami. Mohon maaf jika sambutan kami sangat sederhana. Saya dan warga juga memberikan apresiasi kepada anggota Bhabinkamtibmas yang selama ini selalu responsif mendengar keluhan masyarakat,” ujar Riko.
Ia menilai keberadaan Bhabinkamtibmas sangat membantu warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun gangguan keamanan yang muncul di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Plt Dirbinmas Polda Metro Jaya AKBP Gede Pasek mengaku terkesan dengan kekompakan warga dan perangkat lingkungan yang selama ini terus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Gede menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polda Metro Jaya melalui program ‘Jaga Jakarta On The Spot’ merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kami hadir dan sangat bersemangat melihat kekompakan perangkat dan warga di sini. Ini menjadi modal penting dalam menjaga keamanan lingkungan,” kata Gede.
Ia mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu langkah preventif yang dinilai penting adalah melakukan pendataan terhadap setiap pendatang baru yang masuk ke lingkungan permukiman.
Menurutnya, pendataan warga merupakan bagian dari upaya deteksi dini guna meminimalisir potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban lainnya.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika ada pendatang baru, pendataan sangat penting demi meminimalisir tindak kriminal,” ujarnya.
Selain itu, Gede juga mengingatkan warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center Polri 110 apabila menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan.
Layanan tersebut, kata dia, dapat diakses secara gratis selama 24 jam dan menjadi sarana cepat bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian.
“Jangan lupa manfaatkan Call Center 110. Gratis. Pagi, siang, malam bahkan subuh pun bisa dihubungi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga memiliki risiko apabila tidak digunakan secara bijak.
Bagoes mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Mari bijak bermedia sosial. Saring dulu sebelum sharing,” ujar Bagoes.
Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks, penipuan daring, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digital yang baik agar tidak mudah menjadi korban maupun pelaku penyebaran informasi yang menyesatkan.
Tak hanya itu, Bagoes juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Pengawasan tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah anak-anak mengakses konten negatif yang dapat memengaruhi perkembangan mental dan pola pikir mereka.
Ia mengingatkan bahwa paparan terhadap konten kekerasan, pornografi, maupun informasi yang tidak sesuai usia dapat memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang generasi muda.
“Jangan lupa pantau putra-putri kita agar tidak terkontaminasi hal-hal negatif yang dapat merusak perkembangan berpikirnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan *Jaga Jakarta On The Spot*, Polda Metro Jaya berharap hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat. Kehadiran langsung pejabat kepolisian di tengah warga menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan lingkungan dan keamanan digital.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi *community policing* yang mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan partisipatif guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, serta kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.














