SENANEWS.ID, JAKARTA – Serat merupakan bagian penting dari pola makan seimbang, namun waktu mengonsumsinya dinilai sama pentingnya dengan jumlah yang dikonsumsi.
Laporan Hindustan Times pada Jumat (3/4)/2026 waktu setempat menyebutkan mengonsumsi salad atau makanan tinggi serat secara acak sepanjang hari belum tentu memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.
Selama ini, banyak orang lebih fokus pada jumlah asupan serat. Padahal, pengaturan waktu konsumsi secara strategis dapat membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan serat dengan lebih efektif.
Ahli bedah asal Inggris sekaligus kreator konten kesehatan, Dr. Karan Rajan, mengatakan waktu konsumsi serat berpengaruh terhadap pencernaan, fermentasi mikrobioma usus, serta metabolisme tubuh sepanjang hari.
Menurut dia, untuk memaksimalkan manfaat serat, konsumsi sebaiknya dilakukan lebih awal, idealnya saat sarapan. Hal ini karena sistem pencernaan berada pada kondisi paling aktif di pagi hari, ditandai dengan meningkatnya aliran empedu, sekresi enzim pencernaan, serta kontraksi usus besar.
Ia juga menjelaskan bahwa mikroba baik dalam tubuh mencapai puncak aktivitasnya pada awal hari, sehingga konsumsi serat pada waktu tersebut dapat memberikan manfaat optimal.
Selain itu, konsumsi serat di pagi hari dinilai lebih kecil kemungkinannya menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung. Pola ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama karena dapat memicu hormon pengatur nafsu makan, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil.
Lebih lanjut, Dr. Rajan menyebut fermentasi bakteri terhadap serat yang terjadi lebih awal akan memperpanjang produksi asam lemak rantai pendek, yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh sepanjang hari.














