SENANEWS.ID, JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memprioritaskan pelacakan aset milik PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group beserta direktur utamanya guna memulihkan kerugian para korban dalam kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah.
“Kami sedang melakukan proses tracing aset terhadap aset-aset yang dimiliki oleh PT tersebut ataupun oleh pemilik, ataupun aliran dana yang mengalir pada pihak-pihak yang lain,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6).
Iman menjelaskan hal tersebut dilakukan dalam rangka upaya untuk melakukan pengembalian kerugian yang dialami oleh para korban.
“Hal ini tentunya kami lakukan dalam rangka upaya untuk melakukan pengembalian kerugian yang dialami oleh para korban,” katanya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menegaskan siap mengusut tuntas aliran dana kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang dilakukan oleh PT Hasanah Tamma Internasional atau Hananiya Group.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan polisi kini membidik sejumlah pihak yang kecipratan dana jamaah, mulai dari promosi oleh selebgram ternama hingga pelacakan (tracing) aset milik tersangka utama demi memulihkan kerugian para korban.
”Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran),” kata Iman.
Dia juga menyebutkan akan meminta keterangan terhadap sejumlah selebgram ataupun influencer yang diduga sempat mempromosikan agen travel tersebut.
”Tentunya, kami juga akan mengambil keterangan terhadap para seleb instagram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umrah yang ditawarkan oleh PT Hasanah Tama Internasional atau Hananiya Group tersebut,” ujar Iman.













