SENANEWS.ID, MEDAN – Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa hingga Rabu (26/11/2025) siang.
Sebanyak 12 orang terkonfirmasi meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Data sementara, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 12 orang, luka-luka 10 orang, dan dalam tahap pencarian 7 orang. Total keseluruhan 29 orang,” ujar Ferry.
– Tapanuli Tengah: Longsor Melanda Sejumlah Titik
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, longsor terjadi di berbagai kecamatan, antara lain Sitahuis, Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli, Tukka, dan Pandan. Dari wilayah ini, tercatat 4 korban, dengan 3 di antaranya meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
– Sibolga: 5 Meninggal, 4 Masih Dicari
Di Kota Sibolga, bencana longsor menyebabkan 12 orang menjadi korban, terdiri dari 5 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 4 lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
– Tapanuli Utara: 5 Luka-Luka
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sebanyak 5 warga mengalami luka-luka akibat bencana serupa.
– Tapanuli Selatan: Pohon Tumbang Renggut Nyawa
Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), peristiwa pohon tumbang menelan dua korban, dengan 1 orang dinyatakan meninggal dunia.
– Pakpak Bharat: Dua Korban Meninggal
Tanah longsor di Kabupaten Pakpak Bharat juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
– Humbang Hasundutan: Banjir Timpa Warga
Di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), banjir menyebabkan satu warga mengalami luka-luka.
Imbauan Kepolisian
Kombes Ferry mengimbau masyarakat di seluruh Sumatera Utara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu bencana susulan.
“Kami minta seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.














