• Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
Advertisement
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
No Result
View All Result

Tarif Trump Ditunda, Pasar Saham Global Menggeliat lagi

Redaksi Senanews by Redaksi Senanews
10/04/2025
in EKONOMI
0 0
0
Tarif Trump Ditunda, Pasar Saham Global Menggeliat lagi
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENANEWS.ID, JAKARTA – Keputusan politik tidak pernah terjadi dalam ruang hampa. Ketika Gedung Putih memilih untuk menunda pemberlakuan tarif baru selama 90 hari untuk sebagian besar negara, tetapi secara bersamaan justru menaikkan tarif atas barang-barang asal Tiongkok dari 104 persen menjadi 125 persen, yang terjadi bukan sekadar respons kebijakan dagang.

Itu adalah pergeseran psikologis pasar global dan seketika menghidupkan kembali semangat investor yang selama berminggu-minggu terjebak dalam spiral pesimisme.

Hasilnya, lonjakan dramatis di bursa saham AS. S&P 500 melonjak 9,5 persen, sementara Nasdaq terbang lebih dari 12 persen, mencatatkan reli harian terbesar sejak 2008.

Ini bukan hanya pantulan teknikal akibat kondisi oversold, tetapi ledakan harapan yang selama ini terpendam.

Kata “penundaan” menjadi komoditas paling berharga bagi pasar. Bukan karena tarif yang ditunda itu sendiri, tetapi karena penundaan itu menunjukkan bahwa kekuasaan, dalam hal ini pemerintahan Trump, masih bersedia mendengar detak jantung pasar.

Ini adalah pengakuan implisit bahwa volatilitas pasar keuangan tetap menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan dalam penentuan arah kebijakan.

Goldman Sachs pun merespons dengan cepat, mencabut proyeksi resesi mereka dan kembali ke perkiraan pertumbuhan positif. Ketika lembaga sekelas Goldman mulai melihat cahaya di ujung terowongan, itu bukan pertanda biasa, itu peringatan bahwa fase berikutnya telah dimulai.

Dalam pergerakan bursa semalam, saham teknologi, seperti biasa, menjadi ujung tombak. Nvidia melonjak hampir 19 persen, Apple 15 persen, dan sektor otomotif dalam S&P 500 melesat lebih dari 20 persen dalam satu hari kenaikan terbesar dalam sejarahnya.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan kenaikan itu seiring pelaku pasar merespons positif penundaan tarif resiprokal ke berbagai negara selama 90 hari oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kecuali ke China.

“Tindakan Trump, pada akhirnya telah mendorong para pemimpin bisnis dan investor untuk mengubah arahnya,” ujar Nico.

Uang kembali ke sektor-sektor yang sebelumnya habis digilas ketakutan. Tapi siapa pun yang telah cukup lama berada di pasar tahu, ini bukan waktunya euforia, melainkan saat untuk merancang strategi yang dingin dan disiplin.

Histeria kolektif

Fase pemulihan tidak boleh disambut dengan histeria kolektif. Justru dalam gejolak seperti inilah peluang struktural terbentuk secara diam-diam.

Investor jangka menengah dan panjang perlu melihat situasi ini bukan sebagai pertunjukan satu malam, tapi sebagai awal babak baru.

Aset-aset berkualitas tinggi dengan fundamental kuat yang sempat terdiskon karena tekanan emosional kini siap untuk dikoleksi secara bertahap.

Sektor seperti infrastruktur, energi, bank besar, dan pertambangan, yang secara langsung terdampak tarif namun punya daya saing global, akan menjadi panggung utama dalam pentas pemulihan ini.

Bukan karena mereka sudah naik, tapi karena mereka terluka bukan oleh kelemahan bisnis, melainkan oleh kebijakan yang kini mulai disesuaikan kembali.

Di saat yang sama, fleksibilitas menjadi kunci dalam jangka pendek. Menyisihkan sebagian dana dalam bentuk kas, mengurangi posisi pada saham-saham yang sudah terlalu panas, dan memanfaatkan koreksi berikutnya sebagai kesempatan membangun posisi di aset inti bukan hanya langkah bijak, tapi keniscayaan.

Data CPI dan laporan keuangan kuartal pertama akan menjadi pengujian berikutnya, apakah reli ini punya kaki untuk berjalan lebih jauh, atau hanya pelarian sesaat.

Sementara itu, emas memberi sinyal yang lebih halus. Naiknya harga emas spot ke 3.085 dolar AS per ons, meskipun hanya 0,07 persen menunjukkan bahwa kehati-hatian belum sepenuhnya pergi.

Emas tetap menjadi tempat perlindungan. Fakta bahwa harga emas bertahan di dekat level tertinggi sepanjang sejarah mencerminkan satu hal bahwa investor belum siap mengucapkan selamat tinggal pada risiko.

Yang tak kalah menarik adalah reaksi regional. Bursa Asia juga bangkit, Nikkei naik 8,94 persen, Straits Times 5,31 persen, Hang Seng 2,44 persen, dan Shanghai Composite 1,39 persen.

Efek domino ini bukan hanya cerminan korelasi teknikal, tapi representasi bahwa pasar global, terlepas dari geopolitik yang memanas, mulai mengevaluasi ulang asumsi terburuk mereka.

Dalam bahasa pasar, risk-off mulai kehilangan momentum. Uang yang lari karena panik akan kembali. Bukan karena masalah telah hilang, tapi karena kepanikan sudah dianggap berlebihan.

IHSG rebound

Di Indonesia, lonjakan 5,07 persen pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, menjadi bukti bahwa pasar domestik pun merespons sinyal global dengan cukup antusias.

IHSG sejak pagi bergerak naik signifikan seiring pelaku pasar merespons positif penundaan implementasi tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Nilai transaksi mencapai Rp9,6 triliun, dengan 568 saham menguat. Sektor energi, konsumsi, keuangan, hingga infrastruktur ikut melonjak. Ini lebih dari sekadar pantulan. Ini adalah momen rekonstruksi optimisme.

Tercatat IHSG dibuka menguat signifikan 302,62 poin atau 5,07 persen ke posisi 6.270,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 44,78 poin atau 6,69 persen ke posisi 714,15.

“IHSG hari ini rebound mengikuti pergerakan bursa AS karena melemahnya tensi perang dagang setelah Presiden Trump menunda pengenaan tarif 90 hari, kecuali untuk China,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman.

Dengan Bank Indonesia yang kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah, dan strategi buy on weakness pada saham-saham blue chip yang terbukti efektif, masa depan pasar saham Indonesia bukan hanya menjanjikan, ia sedang dibangun, batu demi batu, di atas fondasi yang justru diperkuat oleh gejolak itu sendiri.

Jika satu hal dapat disimpulkan dari semuanya ini, maka itu adalah dalam dunia investasi, momen-momen yang tampak menakutkan bagi mayoritas justru adalah peluang bagi mereka yang siap untuk berpikir berbeda.

Previous Post

Menkeu Sederhanakan Regulasi Guna Jaga Ekonomi dari Turbulensi global

Next Post

Komnas HAM: Pelaku Kekerasan Seksual Dosen UGM & Dokter PPDS Harus Diperberat

Redaksi Senanews

Redaksi Senanews

Next Post
Komnas HAM: Pelaku Kekerasan Seksual Dosen UGM & Dokter PPDS Harus Diperberat

Komnas HAM: Pelaku Kekerasan Seksual Dosen UGM & Dokter PPDS Harus Diperberat

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

05/01/2025
Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

31/05/2024
Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

02/05/2024
Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

24/11/2025
Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

0
Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

0
Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

0
Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

0
Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

10/05/2026
Diduga Melecehkan Tahanan Wanita, 3 Anggota Polrestabes Medan Dipatsus

Kapolrestabes Medan Rotasi Sejumlah Perwira, Berikut Daftarnya

10/05/2026
Ibu & Anak jadi Korban Begal di Medan Deli

Ibu & Anak jadi Korban Begal di Medan Deli

10/05/2026
Perbedaan Sabun Batang & Cair untuk Kesehatan 

Perbedaan Sabun Batang & Cair untuk Kesehatan 

10/05/2026

Recent News

Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

10/05/2026
Diduga Melecehkan Tahanan Wanita, 3 Anggota Polrestabes Medan Dipatsus

Kapolrestabes Medan Rotasi Sejumlah Perwira, Berikut Daftarnya

10/05/2026
Ibu & Anak jadi Korban Begal di Medan Deli

Ibu & Anak jadi Korban Begal di Medan Deli

10/05/2026
Perbedaan Sabun Batang & Cair untuk Kesehatan 

Perbedaan Sabun Batang & Cair untuk Kesehatan 

10/05/2026
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

KANTOR PUSAT
Gedung Griya Upakara Lt. 3 Unit 3A, Jl. Cikini IV No.10, Jakarta Pusat.
Phone: 021.31904292 / 08155555946
Email: nawasenamediaperkasa@gmail.com

Follow Us

Category News

  • EKONOMI
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK

Recent News

Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

Babak 1, Persib Ungguli Persija 2-1

10/05/2026
Diduga Melecehkan Tahanan Wanita, 3 Anggota Polrestabes Medan Dipatsus

Kapolrestabes Medan Rotasi Sejumlah Perwira, Berikut Daftarnya

10/05/2026
  • Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist