SENANEWS.ID, JAKARTA – Kiprah Persib Bandung di ajang bergengsi antarklub Asia, AFC Champions League 2, harus menemui jalan terjal saat bertandang ke markas Ratchaburi FC, Thailand.
Dalam laga leg pertama babak 16 besar yang berlangsung sengit tersebut, skuad Pangeran Biru dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi anak asuh Bojan Hodak yang sejatinya datang dengan ambisi besar mencuri poin di kandang lawan.
Pertandingan yang mempertemukan runner-up Grup F dan juara Grup G ini berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Persib Bandung sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan, namun disiplinnya barisan pertahanan Ratchaburi FC membuat Ciro Alves dan kolega kesulitan menembus kotak penalti. Alih-alih mencetak gol, gawang Persib justru bobol lebih awal akibat skema serangan balik cepat yang diperagakan tuan rumah.
Gol Cepat dan Tekanan Bertubi-tubi Tuan Rumah
Laga baru berjalan lima menit, publik tuan rumah langsung bersorak. Berawal dari pergerakan lincah Glacielson di sisi kanan, ia mengirimkan umpan pendek yang sangat terukur. Pemain Ratchaburi yang muncul dari lini kedua berhasil menyambut bola dengan sepakan akurat yang gagal dihalau kiper Persib. Gol cepat ini seolah merusak skema permainan Persib Bandung yang sudah dipersiapkan sejak awal.
Persib tidak tinggal diam. Upaya menyamakan kedudukan terus dilakukan melalui umpan-umpan lambung menuju William Barros. Penyerang jangkung ini sempat memiliki peluang emas melalui sundulan tajam ke tiang jauh, namun kiper Ratchaburi melakukan penyelamatan gemilang yang menggagalkan ambisi Persib. Tak lama berselang, Marc Klok mencoba keberuntungan melalui sepakan jarak jauh. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan bola muntahnya pun masih bisa diamankan lawan.
Drama Garis Gawang dan Ketangguhan Pertahanan
Memasuki pertengahan babak pertama, tensi pertandingan semakin memanas. Denilson, motor serangan Ratchaburi, hampir saja menggandakan keunggulan lewat aksi individu yang memukau. Setelah melakukan tipuan bahu yang mengecoh bek Persib, ia melepaskan tembakan keras yang sudah melewati kiper. Beruntung, kapten Persib berada di posisi yang tepat dan menghalau bola tepat di garis gawang menggunakan kepalanya. Penyelamatan heroik ini menjaga asa Persib hingga turun minum dengan skor 0-1.
Di babak kedua, intensitas serangan Ratchaburi FC tidak menurun. Persib Bandung tampak mulai kehilangan fokus dan stamina di bawah cuaca Thailand yang cukup lembap. Pada menit ke-60, Jakapan melakukan aksi individu gemilang dengan teknik nutmeg yang melewati bek sayap Persib sebelum mengirim umpan silang ke tiang jauh. Bola liar tersebut berhasil dikonversi menjadi gol kedua setelah wasit menyatakan bola telah melewati garis gawang sepenuhnya. Skor berubah menjadi 2-0.
Kekalahan Telak di Menit Akhir
Tertinggal dua gol membuat Persib bermain lebih terbuka dan meninggalkan lubang di lini belakang. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Ratchaburi. Pada menit ke-82, gempuran terus berlanjut. Persib benar-benar berada di bawah tekanan hebat atau “on the ropes”. Melalui skema serangan balik yang rapi, Tanner berhasil mencetak gol ketiga yang sekaligus menjadi paku terakhir di peti mati Persib pada laga ini.
Meski sempat ada peluang dari Addison di menit-menit akhir, kedudukan 3-0 tetap bertahan hingga laga usai. Hasil negatif ini membuat tugas Persib Bandung di leg kedua nanti menjadi sangat berat.
Mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol saat bermain di kandang sendiri jika ingin melanjutkan napas di kompetisi kasta kedua Asia ini. Dukungan Bobotoh di Bandung diharapkan mampu menjadi keajaiban bagi Maung Bandung untuk membalikkan keadaan














