SENANEWS.ID, MEXICO – Bentrokan berdarah pecah di berbagai wilayah Meksiko setelah tewasnya gembong narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera. Sedikitnya 25 tentara dilaporkan gugur, sementara 30 anggota geng narkoba juga tewas dalam rangkaian kerusuhan yang terjadi menyusul bos mereka.
Mengutip laporan AFP, Selasa (24/2/2026), Oseguera—pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG)—terluka saat baku tembak dengan pasukan militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco, Minggu (22/2/2026).
Ia tewas ketika diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis.
Kabar kematiannya memicu aksi balasan dari jaringan kartel. Kelompok bersenjata dilaporkan memblokir jalan di sekitar 20 negara bagian, serta membakar kendaraan dan sejumlah bangunan usaha.
Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, menyebutkan sedikitnya 25 personel Garda Nasional tewas dalam bentrokan tersebut. Ia juga mengonfirmasi seorang penjaga penjara, satu staf kejaksaan negara bagian, serta 30 terduga anggota kelompok kriminal turut menjadi korban jiwa. Sebelum tewas, Oseguera diketahui memiliki nilai buronan sebesar 15 juta dolar AS.
Menteri Pertahanan, Ricardo Trevilla, mengatakan delapan tersangka anggota kartel tewas dalam operasi pasukan khusus yang menargetkan Oseguera, dan tiga prajurit mengalami luka-luka.
Situasi mencekam membuat warga memilih bersembunyi di rumah, sedangkan wisatawan berlindung di hotel dan resor. Di ibu kota Jalisco, Guadalajara, jalanan tampak lengang. Sekolah, toko, apotek, hingga pom bensin tutup, kegiatan publik dibatalkan, dan layanan transportasi umum dihentikan sementara.
Kerusuhan juga merambah kota wisata Puerto Vallarta serta meluas ke negara bagian tetangga, Michoacan, wilayah yang selama ini menjadi arena konflik antar kelompok kriminal.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kematian Oseguera. Namun, melalui media sosialnya ia menyerukan agar Meksiko meningkatkan upaya pemberantasan kartel dan peredaran narkoba.
Meski intensitas kekerasan dilaporkan mulai mereda, pemerintah Meksiko masih menetapkan status siaga tinggi dengan mengerahkan sekitar 2.500 tentara tambahan ke Jalisco guna mengamankan situasi.














