SENANEWS.ID, MEDAN – Jelang pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengumpulkan para ‘pendekar’ atau ahli beladiri untuk bersatu melawan kejahatan di taman Candika, Medan Johor, Sumatera Utara, Jumat (15/11) pagi.
“Semua yang hadir di sini adalah para pemuda yang memiliki energi, keberanian, disiplin, dedikasi, kemauan, potensi dan hati untuk kota Medan tercinta. Juga turut berbagai elemen masyarakat siap membantu melawan kejahatan,” kata Gidion.
Kegiatan ini adalah apel potensi Kamtibmas dan mengangkat tema ‘Medan Aman, Pilkada Damai, Kita Punya. Mewujudkan kota Medan yang aman untuk semua.
“Kota Medan yang aman adalah impian kita semua, para anak muda hingga orang tua bebas dari rasa takut dan khawatir baik di rumah, di sekolah, kampus, tempat kerja maupun di ruang-ruang publik,” tukasnya.
Ia mengungkapkan, untuk mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat Kota Medan, jika tidak melakukan apa-apa maka dapat di yakinkan bahwa tidak akan ada hasil. Polri tidak dapat bekerja sendiri perlu kerja sama, sinergi dan dukungan dari seluruh elemen yang ada di Kota Medan.

“Tentunya semua hanya akan menjadi mimpi jika kita hanya berpangku tangan atau berdiam diri,” tukasnya.
Gidion mengajak warga untuk lakukan hal yang baik, hal yang positif dan bermanfaat. Dengan memanfaatkan segala potensi dan gugah, bangun dan munculkan semua potensi yang dimiliki untuk Medan tercinta.
“Saya ingin mengajak seluruh elemen yang ada termasuk pelajar, mari kita bersatu melawan kejahatan. Mari kita wujudkan impian kita bersama yakni kota Medan yang aman,” ucapnya.
Ia menambahkan, jika saat ini sedang memasuki perhelatan Pilkada 2024, sebagai potensi Kamtibmas semua pihak memiliki tanggungjawab yang besar untuk mendukung KPU dan Bawaslu mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang aman, damai dan kondusif.
“Keluarkan seluruh semangat dan potensi kita lagi demi Pilkada yang aman, tertib dan damai,” pungkasnya.
Para peserta ahli beladiri (pendekar) yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain TNI 38 orang, Brimob 48 orang, Polrestabes Medan 33 orang, Silat 35 orang, Inkai 35 orang, Jiu jitsu 35 orang, Judo 30 orang, Kung fu 35 orang, Barongsai 15 orang.
Atraksi pertama dibuka oleh atraksi beladiri karate (inkai) disusul aktraksi kungfu kemudian silat, kolaborasi beladiri Polri-TNI serta diakhiri beladiri jiu jitsu.














