SENANEWS.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan terbaru yang diumumkan di Istana Negara, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Prasetyo Hadi pada Selasa malam. Selain pergantian kepala lembaga, Presiden juga melakukan perubahan pada jajaran wakil kepala BGN sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Dalam struktur baru, Nanik Sudaryati Deyang dipercaya memimpin BGN. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran sebelumnya atas kontribusi dan dedikasi selama menjalankan tugas.
BGN merupakan lembaga non-kementerian yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini bertanggung jawab memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui berbagai program yang dijalankan pemerintah.
Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama sejak lembaga tersebut dibentuk dan dilantik pada 2024. Selama masa kepemimpinannya, program MBG terus diperluas ke berbagai daerah dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat.
Namun dalam pelaksanaannya, program MBG juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah munculnya kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah penerima manfaat di berbagai wilayah. Situasi tersebut mendorong evaluasi terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan bagi peserta program.
Pemerintah beberapa kali melakukan penghentian sementara operasional SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan.
Hingga pertengahan 2026, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sebagian besar penerima merupakan siswa sekolah yang menjadi sasaran utama program unggulan Presiden Prabowo.
Dengan pergantian kepemimpinan di BGN, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat semakin efektif, akuntabel, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat Indonesia.














