SENANEWS.ID, MOSKOW – Rusia kembali menggempur Ukraina dengan serangan udara skala besar yang melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada bangunan tempat tinggal, serta melukai sedikitnya 20 orang di wilayah timur dan selatan Ukraina.
Mengutip laporan Reuters dan Al Arabiya, Jumat (27/2/2026), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan Rusia meluncurkan 420 drone dan 39 rudal sepanjang malam. Target utama serangan adalah sektor energi serta infrastruktur vital lainnya.
Rudal balistik dan jelajah diarahkan ke ibu kota Kyiv dan kota Kharkiv di bagian timur. Sementara itu, gelombang drone menyerang Zaporizhzhia di wilayah selatan.
Zelensky mengatakan puluhan warga, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka dan kerusakan tercatat di delapan wilayah. Pasukan Rusia juga membidik fasilitas gas di wilayah Poltava Oblast serta gardu listrik di wilayah Kyiv dan Dnipro.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia terus mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Sejumlah pembangkit listrik dan gardu induk dilaporkan hancur, mengakibatkan pemadaman listrik berkepanjangan di berbagai daerah.
Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, melalui Telegram menyebut sedikitnya 14 orang terluka di wilayahnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun. Ia menambahkan Kharkiv dihantam dua rudal dan 17 drone.
Sementara itu, Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan tujuh orang mengalami luka-luka. Serangan drone merusak 19 gedung apartemen dan menyebabkan sekitar 500 rumah kehilangan sistem pemanas akibat kerusakan infrastruktur.
Otoritas di Kyiv juga melaporkan sejumlah bangunan di tiga distrik mengalami kerusakan akibat puing-puing rudal dan drone yang jatuh.














