• Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
Advertisement
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
No Result
View All Result

Ada Hiu Pembunuh di Perairan Kaimana

Redaksi Senanews by Redaksi Senanews
14/01/2025
in NASIONAL
0 0
0
Ada Hiu Pembunuh di Perairan Kaimana
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENANEWS.ID, JAKARTA – Tim penelitian yang dipimpin Konservasi Indonesia dan Conservation International menemukan kemunculan paus pembunuh (Orcinus orca) dan ketertarikan mamalia laut dengan bagan apung di Kaimana, Papua Barat.

“Kami mengidentifikasi adanya lima spesies cetacea di wilayah perairan Kaimana, termasuk penemuan baru adanya paus pembunuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik memiliki keterkaitan kuat dengan perikanan bagan. Mereka sering terlihat memakan ikan teri yang berada di luar jaring bagan pada pagi hari,” kata Focal Species Conservation Program Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (14/1).

“Sementara itu, spesies lain terlihat lebih jarang. Hal ini dapat disebabkan oleh preferensi kuat spesies tersebut terhadap habitat pesisir, yang beririsan dengan area operasi perikanan bagan di Kaimana,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa pemahaman tentang ekologi cetacea (mamalia laut) penting untuk upaya konservasi dan pengelolaan termasuk di Kaimana yang pada 2018 teridentifikasi sebagai Important Marine Mammal Area (IMMA) atau habitat penting mamalia laut, karena adanya populasi lumba-lumba dan paus terlihat mencari makan di sana.

Termasuk di antaranya lumba-lumba bungkuk Australia (Sousa sahulensis), lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus), lumba-lumba pemintal (Stenella longirostris), dan paus Bryde (Balaenoptera edeni).

Hasil riset sembilan peneliti yang tergabung dalam kelompok penelitian dipimpin oleh Konservasi Indonesia dan Conservation International tersebut menemukan kemunculan paus pembunuh dan ketertarikan cetacea dengan alat tangkap ikan bagan apung.

Dalam penelitian yang dilakukan selama periode Mei 2021-Maret 2023 tersebut terpantau interaksi cetacea dengan perikanan bagan di Kaimana. Penelitian itu juga mencatat keberadaan, jumlah, dan pola makan cetacea.

Dari lima spesies disebutkan di atas, Iqbal menyoroti paus pembunuh merupakan catatan baru yang sebelumnya tidak dilaporkan keberadaannya di wilayah Kaimana IMMA.

Di perairan tropis seperti Indonesia, jelasnya, keberadaan paus pembunuh terbilang rendah dan mungkin hanya 0-0,10 individu per 100 kilometer persegi karena terbatasnya peluang mencari makan dan ancaman dari aktivitas manusia.

Secara spesifik dia menjelaskan selama kurun waktu penelitian spesies paling sering terlihat adalah lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik, dengan 130 kali kemunculan yang mencakup 49,62 persen dari seluruh pengamatan cetacea, serta 2.612 individu tercatat atau 72,96 persen dari total individu diamati.

Namun, dikarenakan studi tidak menggunakan metode identifikasi fotografi, maka studi lebih lanjut diperlukan untuk estimasi populasi agar lebih akurat.

Dia menyebut bahwa dari penelitian itu terungkap bahwa Kaimana tidak hanya penting sebagai wilayah agregasi dan aktivitas makan cetacea, tetapi juga berpotensi memenuhi kriteria tambahan IMMA.

Hal itu karena keberadaan populasi kecil dan tetap dari tiga spesies tersebut yakni lumba-lumba bungkuk Australia, lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik, dan paus Bryde, yang belum terdokumentasi pada penilaian sebelumnya.

Lebih lanjut, Iqbal menilai Pemerintah Provinsi Papua Barat perlu memastikan langkah-langkah pengelolaan perikanan di kawasan tersebut, mengingat sebagian besar interaksi antara perikanan bagan dan cetacea ini terjadi di luar Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area) Kaimana.

“Pemerintah lokal harus dapat memastikan keberlanjutan stok ikan teri, yang tidak hanya penting bagi masyarakat dan industri perikanan tangkap, tetapi juga sebagai sumber makanan bagi populasi paus Bryde, lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik, dan lumba-lumba bungkuk Australia,” demikian Iqbal Herwata.

Tags: Ada Hiu Pembunuh di Perairan Kaimana
Previous Post

KPK Bantah Hasto Belum Ditahan Karna Megawati Telpon Prabowo

Next Post

Dugaan Suap, Kejagung Amankan Mantan Ketua PN Surabaya

Redaksi Senanews

Redaksi Senanews

Next Post
Dugaan Suap, Kejagung Amankan Mantan Ketua PN Surabaya

Dugaan Suap, Kejagung Amankan Mantan Ketua PN Surabaya

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

05/01/2025
Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

31/05/2024
Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

02/05/2024
Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

24/11/2025
Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

0
Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

0
Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

0
Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

0
SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

11/06/2026
Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

11/06/2026
Kena Penyesuaian Tarif, Ongkos TransJakarta tak Lagi Rp3.500

Pramono: Tak Semua Tute Transjabodetabek Kena Penyesuaian Tarif

11/06/2026
Dirjen Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal

Dirjen Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal

11/06/2026

Recent News

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

11/06/2026
Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

11/06/2026
Kena Penyesuaian Tarif, Ongkos TransJakarta tak Lagi Rp3.500

Pramono: Tak Semua Tute Transjabodetabek Kena Penyesuaian Tarif

11/06/2026
Dirjen Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal

Dirjen Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal

11/06/2026
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

KANTOR PUSAT
Gedung Griya Upakara Lt. 3 Unit 3A, Jl. Cikini IV No.10, Jakarta Pusat.
Phone: 021.31904292 / 08155555946
Email: nawasenamediaperkasa@gmail.com

Follow Us

Category News

  • EKONOMI
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK

Recent News

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Polri raih Sertifikat IBDP bertaraf global

11/06/2026
Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Tersangka ke 4 Kasus Korupsi MBG

11/06/2026
  • Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist