SENANEWS.ID, MEDAN – Seorang kakek berusia 65 tahun diarak warga dan petugas Desa ke Polrestabes Medan karena diduga melecehkan sejumlah siswa di tiga sekolah dasar di Desa Sampali.
Menurut Kepada Dusun setempat, Zulfan, penangkapan terhadap L dilakukan, Kamis (5/2/2026). Saat itu, L yang merupakan pedagang mainan keliling sedang menyiapkan dagangannya di salah satu sekolah dasar.
“Jadi saya dapat informasi dari pihak kepala sekolah. Ada informasi dugaan pelecehan seksual. Jadi begitu saya sampai di lokasi, terduga pelaku itu lagi berdiri menyiapkan dagangannya. Jadi langsung saya bilang sama dia, kemaskan barang kamu, ayo ikut ke Kantor Desa,” ucapnya, Jumat (6/2/2026).
Pengamanan dilakukan karena warga yang emosi dengan perilakunya hendak menghakimi.
“Karena massa sudah konsentrasi berkumpul di lapangan,” tuturnya.
Tak tanggung, sedikitnya ada 20 anak yang diduga telah dicabuli pria yang juga tinggal di Desa Sampali itu. Para siswa didominasi kelas 3 dan 4 SD. Modusnya, L mengiming-imingi para korban dengan mainan dan uang mulai Rp 2000 hingga Rp 5000.
“Korban pendataan kami itu ada 14 anak. Tapi pengembangan dari pihak guru ada sekitar 20 orang. Anak-anak diimingi mainan dan uang juga, ada juga yang nggak dikasi apa-apa,” ujarnya.
Dari hasil interogasi awal di kantor Desa, kakek yang memiliki isteri dan dua orang anak itu mengakui perbuatannya. Dihadapan aparat desa, Babinsa dan Babinkambtimas, ia mengaku melakukan aksi tak terpuji itu ke sejumlah siswi.
“Kami menanyakan sama pihak Bapinsa dan Babinkamtibmas di kantor desa Sampali. Terduga pelaku mengakui hanya mencium bibirnya sama pipinya,” ujarnya.
Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina ketika dikonfirmasi mengatakan, terduga pelaku tengah dalam pemeriksaan pihaknya.
“Terduga masih kita periksa. Untuk laporan, pihak sekolah dan salah satu wali siswa juga sudah buat laporan,” tuturnya.














