SENANEWS.ID, DELI SERDANG – Korban pencabulan yang dilakukan kakek berinisial L di sekolah dasar (SD) Deli Serdang sebanyak 28 siswi. Seluruh korban telah dimintai keterangan oleh penyidik dengan pendampingan dari dinas terkait.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan para korban mengalami tindakan pelecehan seperti dicium, diraba pada bagian paha, hingga disentuh pada area sensitif.
“Total korban ada 28 orang dan semuanya sudah kita mintai keterangan dengan pendampingan pihak terkait,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan, pria 64 tahun itu mengaku sudah tidak mampu melakukan hubungan layaknya suami istri karena kondisi jantung yang telah dipasangi ring. Dengan alasan tersebut, ia melampiaskan hasratnya dengan cara cara mencabuli anak-anak tersebut.
“Motifnya tersangka sudah tidak bisa melakukan hubungan layaknya suami isteri. Karena pengakuannya, jantung sudah dipasang ring. Sehingga ia menyalurkan hasratnya dengan cara mencabuli anak-anak tersebut,” kata Bayu.
Dari pengungkapan itu, petugas juga menyita telepon genggam milik L. Dari dalam perangkat tersebut ditemukan sejumlah foto serta rekaman
aksi pelecehan. Rekaman itu diduga diambil sendiri oleh tersangka saat melakukan perbuatannya.
“Tersangka diketahui memiliki kebiasaan menyimpan foto-foto korban untuk dilihat kembali ketika sedang sendirian di rumah atau di waktu senggang. Meski masih
memiliki istri, ia mengaku memperoleh kepuasan dari perbuatannya tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, L terpaksa diarak warga dan petugas Desa ke Polrestabes Medan, karena diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswa di tiga sekolah dasar di Desa Sampali.
Menurut Kepada Dusun setempat, Zulfan, penangkapan terhadap L dilakukan, Kamis (5/2/2026). Saat itu, L yang merupakan pedagang mainan keliling sedang menyiapkan dagangannya di salah satu sekolah dasar.














