SENANEWS.ID, JAKARTA – Kontingen Indonesia resmi mencapai target 80 medali emas pada SEA Games 2025 Thailand hingga Jumat (19/12/2025) pagi WIB.
Tambahan delapan emas yang diraih pada Kamis (18/12/2025) memastikan Indonesia tetap berada di posisi kedua klasemen sementara.
Delapan emas tersebut disumbangkan dari sejumlah cabang unggulan, yakni triathlon, panahan, perahu naga, pentathlon, dan kabbadi. Dari triathlon, Indonesia meraih emas melalui Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri, serta dari nomor mixed team relay duathlon.
Cabang panahan turut menyumbang dua emas melalui nomor women’s team compound dan women’s individual compound. Sementara perahu naga, pentathlon, dan kabbadi melengkapi perolehan emas Indonesia hingga mencapai angka 80 sesuai target yang dicanangkan sebelum SEA Games 2025 digelar.
Dengan raihan tersebut, Indonesia menempati peringkat kedua klasemen medali sementara dengan 80 emas, berada di bawah tuan rumah Thailand yang mengoleksi 198 emas, dan unggul atas Vietnam dengan 73 emas.
Indonesia masih berpeluang menambah perolehan emas pada pertandingan hari ini. Sejumlah cabang unggulan yang masih dipertandingkan di antaranya voli, voli pantai, dayung, tenis, dan menembak.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan rasa syukur atas tercapainya target medali emas tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan para atlet yang dinilai telah menunjukkan semangat juang, pengorbanan, dan performa maksimal selama SEA Games 2025.
“Alhamdulillah, Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu Indonesia Raya terus berkumandang di arena SEA Games,” ujar Erick yang dikutip dari laman Kemenpora.go.id, Jumat (19/12/2025).
Erick juga menilai posisi Indonesia di peringkat kedua menjadi catatan positif tersendiri. Menurutnya, sejak 1995 saat Indonesia tidak menjadi tuan rumah, capaian terbaik biasanya berada di peringkat ketiga, sehingga hasil kali ini menjadi sejarah baru bagi olahraga Indonesia di kawasan Asia Tenggara.














