SENANEWS.ID, JAKARTA – Kapolsek Kelapa Gading Kompol Maulana Mukarom mengatakan komplotan yang diringkus oleh pihaknya berbeda dari pelaku lainnya. Saat beraksi telah menyiapkan kunci duplikat.
“Komplotan ini berbeda dengan pelaku yang lain, saat beraksi (membobol mesin ATM) pelaku telah menyiapkan kunci duplikat. Sehingga tanpa merusak mesin ATM,” kata Maulana dalam rilisnya di Mapolsek Kelapa Gading, Jumat (12/1/2024).
Ia mengungkapkan, ketiga pelaku WM, CM, dan HI. Masing-masing memiliki peran.
“Pelaku CM bertugas melakukan pemantauan dan memiliki keahlian menduplikat kunci mesin ATM,” ucapnya.
Sebelum menggasak uang mesin ATM di Kelapa Gading, para pelaku sebelumnya telah beraksi di Bekasi dan meraup hasil sebesar Rp300juta.
“Sebelum di sini (Kelapa Gading) pelaku telah membobol ATM di Bekasi dan membawa kabur uang tunai Rp300 juta,” bebernya.
Usai melakukan aksinya di Kelapa Gading, para pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam.
“Dalam waktu 8 jam, para pelaku berhasil kami ringkus,” tegasnya.
Uang hasil curian digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan berjudi slot.
“Hasil kejahatan digunakan untuk judi slot dan memenuhi gaya hidupnya,” tukasnya.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP.
“Ancamannya 7 tahun penjara,” pungkasnya.














