SENANEWS.ID, JAKARTA – Upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan terus dilakukan Polda Metro Jaya melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Kegiatan yang menjadi ruang dialog langsung antara aparat dan warga itu kembali digelar di Pos Kamling RT 004/RW 016, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Siber Polda Metro Jaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait meningkatnya ancaman kejahatan digital yang kini semakin beragam dan canggih. Warga diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan teknologi informasi, termasuk modus undian berhadiah yang kerap digunakan pelaku untuk mendapatkan data pribadi korban.
Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan (Kabag Wassidik) Direktorat Siber Polda Metro Jaya, Kompol Mashuri, SH., MH., yang hadir mewakili Direktur Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono, mengawali sambutannya dengan mengapresiasi kekompakan warga Duren Jaya dalam menjaga kebersamaan dan keamanan lingkungan.
Menurut dia, solidaritas yang terbangun antara pengurus lingkungan dan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Saya kagum atas kekompakan dan solidaritas warga bersama pengurusnya di sini,” ujar Mashuri di hadapan warga yang hadir.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perkembangan kejahatan siber yang semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran yang datang melalui telepon, pesan singkat, media sosial maupun aplikasi percakapan.
Mashuri menegaskan bahwa pelaku kejahatan digital sering kali memanfaatkan iming-iming hadiah atau keuntungan tertentu untuk memperoleh informasi pribadi calon korban. Data tersebut kemudian dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak pidana, mulai dari penipuan hingga pembobolan rekening.
“Jangan pernah memberikan data diri kepada orang yang baru dikenal dengan modus iming-iming undian berhadiah,” katanya.
Selain memberikan edukasi mengenai keamanan digital, Direktorat Siber Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda malam. Menurut Mashuri, keberadaan sistem keamanan lingkungan yang aktif menjadi salah satu benteng penting dalam mencegah tindak kriminalitas maupun kenakalan remaja.
Ia menuturkan bahwa pengalaman selama bertugas sebagai Kapolsek Mampang menunjukkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.
Menurut dia, pengawasan yang baik dari orang tua dapat mengurangi risiko anak terlibat dalam pergaulan negatif yang berpotensi memicu tawuran maupun tindakan melanggar hukum lainnya.
“Ronda malam itu penting untuk menjaga keluarga dan lingkungan kita. Terutama soal anak-anak. Menurut pengalaman saya saat menjadi Kapolsek di Mampang, setiap malam orang tua selalu memeriksa telepon genggam anaknya. Karena setelah pukul 22.00 WIB sudah tidak ada lagi remaja yang keluar rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjelang akhir pekan atau masa libur, potensi terjadinya kenakalan remaja cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat diminta memperkuat sistem keamanan lingkungan dengan meningkatkan frekuensi ronda malam.
“Jika menjelang hari libur banyak kenakalan remaja seperti aksi tawuran, maka tingkatkan ronda malam,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mashuri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terlibat dalam tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum.
“Jangan mau terhasut oleh ajakan-ajakan yang dapat merusak rasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat, Direktorat Siber Polda Metro Jaya turut mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam secara gratis.
Mashuri menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan melalui layanan tersebut. Setiap laporan yang masuk akan langsung diterima dan ditindaklanjuti oleh petugas sesuai kebutuhan.
“Jika ada kejadian jangan sungkan adukan saja ke Call Center 110. Layanan ini aktif 24 jam tanpa pulsa. Anggota jika dibutuhkan akan segera meluncur,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar layanan tersebut tidak digunakan untuk bercanda atau membuat laporan palsu karena seluruh data penelepon dan lokasi pelapor dapat terdeteksi secara otomatis oleh sistem.
“Mohon jangan dijadikan guyonan ya Bapak-Ibu, karena semua telepon yang masuk itu lokasi dan datanya terpampang jelas di layar monitor,” kata Mashuri.
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi serta berdiskusi langsung dengan jajaran kepolisian mengenai kondisi keamanan lingkungan di wilayah mereka.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, pada penghujung kegiatan pengurus warga menerima bantuan beras dari Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian sekaligus dukungan kepada warga yang selama ini aktif menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya.
Program Jaga Jakarta On The Spot sendiri menjadi salah satu strategi Polda Metro Jaya dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, tetapi juga menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga sehingga solusi dapat dirumuskan secara bersama-sama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.













