• Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
Advertisement
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat
No Result
View All Result

Demam Psikogenik Bisa Terjadi Pada Siapa Pun, kenali Penyebabnya

Redaksi Senanews by Redaksi Senanews
01/04/2026
in KESEHATAN
0 0
0
Demam Psikogenik Bisa Terjadi Pada Siapa Pun, kenali Penyebabnya
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENANEWS.ID, JAKARTA – Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental. Dalam jangka panjang, tekanan psikologis dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit serius, termasuk gangguan jantung. Selain itu, stres ternyata juga bisa memicu kenaikan suhu tubuh meski tidak ada infeksi.

Chief Quality and Information Executive L.A. Care Health Plan, Katrina Miller Parrish, menjelaskan ada fenomena di mana stres dapat meningkatkan suhu inti tubuh tanpa disertai tanda peradangan seperti infeksi atau cedera.

Kondisi ini dikenal sebagai demam psikogenik atau psychogenic fever, yakni peningkatan suhu tubuh yang dipicu oleh tekanan psikis. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Temperature pada 2015, seseorang umumnya didiagnosis mengalami demam psikogenik jika suhu tubuhnya melebihi 37 derajat celcius saat berada dalam situasi stres, baik akut maupun kronis.

Sebelum memastikan diagnosis, tenaga medis perlu menyingkirkan kemungkinan penyebab lain seperti infeksi.

Hingga kini, mekanisme pasti di balik fenomena tersebut belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli menduga otak berperan dalam menaikkan suhu tubuh sebagai respons terhadap tekanan, atau melalui interaksi hormon stres dengan sistem endokrin.

Penelitian pada jurnal Science tahun 2020 juga menunjukkan bahwa stres memengaruhi hipotalamus (bagian otak yang mengatur suhu tubuh) meski temuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut pada manusia.

Demam psikogenik dapat dialami oleh siapa saja, tetapi cenderung lebih sering terjadi pada perempuan. Studi dalam jurnal BioPsychoSocial Medicine tahun 2009 yang melibatkan 2.705 pasien di Jepang menemukan sekitar 2 persen di antaranya mengalami kondisi ini, dengan mayoritas penderita adalah perempuan.

Menurut Miller Parrish, angka pasti kasusnya sulit diketahui karena banyak yang tidak terlaporkan. Ia menilai, jika seluruh individu yang mengalami stres dihitung, kemungkinan jumlah kasus hipertermia akibat stres sebenarnya cukup besar.

Dari sisi gejala, demam psikogenik tidak jauh berbeda dengan demam pada umumnya. Penderita bisa merasakan tubuh panas, wajah memerah, menggigil, nyeri otot, hingga kelelahan. Pada stres yang datang tiba-tiba, gejala biasanya lebih mudah dikenali.

Namun pada stres kronis, seperti beban merawat anggota keluarga yang sakit, tanda-tandanya bisa muncul perlahan dan sulit disadari.

Karena itu, penting memastikan tidak ada penyakit fisik lain yang menjadi penyebab. Misalnya, jika demam disertai pilek atau batuk, kemungkinan besar terkait infeksi ringan seperti flu. Bagi yang sering mengalami demam tanpa sebab jelas, disarankan mencatat suhu tubuh, gejala, serta durasinya secara rutin.

Jika kondisi tersebut berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Bila faktor medis telah disingkirkan namun suhu tubuh tetap tinggi, pendekatan psikologis dan upaya pengelolaan stres bisa menjadi solusi.

Penanganan utama kondisi ini adalah mengurangi tingkat stres. Umumnya, hipertermia akibat stres bersifat sementara dan dapat mereda dengan sendirinya. Metode non-medis seperti mindfulness, terapi, atau relaksasi terbukti membantu.

“Jika demam dipicu oleh stres, maka kunci utamanya adalah mengurangi stres itu sendiri,” ujar Miller Parrish.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengenali pemicunya, apakah berasal dari tekanan emosional, kecemasan, depresi, atau kelelahan kerja. Setelah itu, penanganan bisa disesuaikan, mulai dari terapi perilaku kognitif, konseling psikologis, meditasi, yoga, hingga penggunaan obat bila diperlukan.

Tags: Demam Psikogenik Bisa Terjadi Pada Siapa Punkenali Penyebabnya
Previous Post

Satpas Prototype Polrestabes Medan Mulai Beroperasi 2 Maret 2026

Next Post

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Tewas

Redaksi Senanews

Redaksi Senanews

Next Post
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Tewas

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Tewas

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

320 Personel Gabungan ‘Kepung’ Kota Medan Malam ini, Ada Apa?

05/01/2025
Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

Polisi Tangkap Penjual Konten Bokep Anak Dibawah Umur Via Grup Telegram

31/05/2024
Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

Polisi Usut penyebaran Konten Bokep yang Disebar Mantan Pacar

02/05/2024
Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

Artis Inara Rusli Dilaporkan atas Dugaan Perselingkuhan & Perzinahan

24/11/2025
Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

Baksos Bhayangkara untuk Negeri, Polres Malang Bagikan Paket Sembako

0
Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

Pemdes Kranggan Laksanakan Penyekatan Tingkat Desa Dibantu Bimaspol

0
Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

Penyebar Video Hoax Tentang Vaksin Berakhir di Bui

0
Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

Kapolres Magetan Sebut Pentingnya Bansos Bagi Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

0
Pertamax Naik jadi Rp16.250

Pertamax Naik jadi Rp16.250

10/06/2026
Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

09/06/2026
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0

Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0

09/06/2026
Jaga Jakarta On The Spot, Dirbinmas dan Dir Siber Serap Aspirasi Warga Bekasi Selatan

Jaga Jakarta On The Spot, Dirbinmas dan Dir Siber Serap Aspirasi Warga Bekasi Selatan

09/06/2026

Recent News

Pertamax Naik jadi Rp16.250

Pertamax Naik jadi Rp16.250

10/06/2026
Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

09/06/2026
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0

Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0

09/06/2026
Jaga Jakarta On The Spot, Dirbinmas dan Dir Siber Serap Aspirasi Warga Bekasi Selatan

Jaga Jakarta On The Spot, Dirbinmas dan Dir Siber Serap Aspirasi Warga Bekasi Selatan

09/06/2026
Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

KANTOR PUSAT
Gedung Griya Upakara Lt. 3 Unit 3A, Jl. Cikini IV No.10, Jakarta Pusat.
Phone: 021.31904292 / 08155555946
Email: nawasenamediaperkasa@gmail.com

Follow Us

Category News

  • EKONOMI
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK

Recent News

Pertamax Naik jadi Rp16.250

Pertamax Naik jadi Rp16.250

10/06/2026
Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

Polisi Lacak Aset Hanania guna Pulihkan Kerugian Nasabah

09/06/2026
  • Tentang Kami
  • Diterbitkan Oleh :
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • INTERNASIONAL

© 2024 Senanews.id | Terdepan dan Terhangat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist