SENANEWS.ID, SYDNEY – Sejumlah ilmuwan menemukan bahwa sayuran berdaun seperti kale, kubis, dan brokoli dapat dimanfaatkan untuk mengekstrak logam beracun dari tanah tercemar guna digunakan dalam teknologi medis dan energi.
Penelitian yang melibatkan tim dari Australia, Jerman, dan Belanda ini mengungkap bahwa tanaman dari famili Brassicaceae merupakan “hiperakumulator” yang mampu menyerap logam berat beracun talium dari tanah melalui akar dan tunasnya.
Dalam pernyataan yang dirilis Senin (13/4/2026), University of Queensland (UQ) menyebutkan bahwa kemampuan tersebut membuka peluang baru dalam metode “fitomining” atau phytomining, yakni teknik mengekstraksi logam menggunakan tanaman.
Ahli geokimia UQ, Amelia Corzo-Remigio, menjelaskan sinar-X berdaya tinggi menunjukkan tanaman Brassicaceae memiliki mekanisme evolusioner yang memungkinkan mereka menyerap jejak logam talium dari tanah yang terkontaminasi.
“Talium sangat beracun, tetapi bernilai tinggi untuk industri medis, kaca, dan semikonduktor. Tanaman ini berpotensi menjadi alat pertambangan berkelanjutan,” ujarnya. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Metallomics.
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan kale mampu mengakumulasi talium dalam bentuk kristal. Endapan kristal talium klorida bahkan teridentifikasi di sepanjang urat daun, yang dinilai kompatibel dengan metode ekstraksi metalurgi.
Para ilmuwan menilai metode pertambangan nonkonvensional seperti fitomining dapat menjadi solusi untuk mengamankan pasokan logam penting bagi teknologi medis dan energi terbarukan, sekaligus membantu memulihkan tanah yang tercemar secara berkelanjutan.














