SENANEWS.ID, JAKARTA — Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Alin Kuncoro mencuat dalam persidangan perkara yang melibatkan Ade Kunang. Penyebutan nama perwira menengah Polri ini memicu perhatian publik, terutama mengingat rekam jejaknya yang cukup panjang di lingkungan Polda Metro Jaya, khususnya pada bidang intelijen dan operasional.
AKBP Alin Kuncoro dikenal sebagai figur polisi “lapangan” dengan pengalaman bertugas di sejumlah posisi strategis. Hingga mutasi akhir 2024 yang masih berlaku memasuki 2026, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) di Polres Metro Bekasi. Jabatan ini menempatkannya sebagai salah satu pengendali utama operasi kepolisian di wilayah penyangga ibu kota yang memiliki dinamika keamanan cukup tinggi.
Rekam Jejak Karier
Karier Alin terbentuk dari kombinasi pengalaman intelijen dan operasional. Sebelum bertugas di Bekasi, ia lebih dulu menjabat sebagai Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat. Di wilayah tersebut, ia terlibat dalam pengendalian berbagai operasi pengamanan, mulai dari aksi unjuk rasa hingga penanganan kriminalitas jalanan yang kerap meningkat di kawasan padat penduduk.
Lebih jauh ke belakang, Alin juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Metro Bekasi. Pengalaman ini membentuk kemampuannya dalam membaca potensi gangguan keamanan, termasuk memetakan konflik sosial serta dinamika masyarakat di wilayah urban dan suburban.
Sejumlah sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa latar belakang intelijen tersebut menjadi bekal penting bagi Alin dalam menjalankan fungsi operasional. Ia dinilai mampu mengintegrasikan informasi lapangan ke dalam perencanaan pengamanan yang lebih presisi.
Gaya Kepemimpinan
Dalam praktiknya, Alin dikenal sebagai perwira yang kerap turun langsung ke lapangan. Ia tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi juga melakukan pengecekan situasi secara langsung, terutama dalam operasi berskala besar seperti pengamanan hari raya dan kegiatan masyarakat.
Fokus utamanya meliputi tiga aspek. Pertama, pengamanan operasi skala besar, termasuk Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, yang membutuhkan koordinasi lintas satuan. Kedua, membangun sinergi kewilayahan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas sosial. Ketiga, penegakan disiplin operasional melalui kesiapan personel di lapangan selama 24 jam.
Pendekatan ini membuatnya kerap dianggap sebagai manajer operasi yang efektif, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Bekasi dan Jakarta Barat.
Sorotan di Persidangan
Meski demikian, penyebutan nama Alin dalam sidang Ade Kunang belum serta-merta menjelaskan keterlibatannya secara langsung dalam perkara tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan posisi atau peran spesifiknya dalam kasus yang sedang disidangkan.
Pengamat kepolisian menilai, munculnya nama seorang perwira aktif dalam persidangan bukan hal yang luar biasa, mengingat kompleksitas jaringan informasi dan relasi kerja di lapangan. Namun, transparansi dan klarifikasi dari institusi tetap diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik.
Terlepas dari sorotan tersebut, rekam jejak AKBP Alin Kuncoro menunjukkan profil perwira dengan pengalaman matang di bidang intelijen dan operasional. Kombinasi ini menjadikannya salah satu figur penting dalam pengendalian keamanan di wilayah strategis sekitar Jakarta.
Perkembangan persidangan Ade Kunang diperkirakan masih akan membuka fakta-fakta baru, termasuk kemungkinan penjelasan lebih lanjut mengenai konteks penyebutan nama Alin di ruang sidang.














