SENANEWS.ID, JAKARTA – Banyak masyarakat yang mempertanyakan mana yang lebih menyehatkan, mengonsumsi telur mentah atau telur yang telah dimasak.
Mengutip Times of India, Sabtu (30/1/2026), metode pengolahan telur ternyata berpengaruh besar terhadap keamanan pangan, cita rasa, hingga nilai gizi yang diterima tubuh. Sebagian orang beranggapan telur mentah lebih bergizi karena tidak melalui proses pemanasan.
Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Telur mentah mengandung senyawa protein bernama avidin yang dapat mengikat biotin, yakni vitamin B yang berperan penting dalam metabolisme, kesehatan kulit, serta pertumbuhan rambut. Ketika biotin terikat avidin, penyerapannya di dalam tubuh menjadi terhambat.
Proses pemasakan membuat struktur avidin berubah sehingga tidak lagi mengganggu penyerapan biotin. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa protein pada telur matang lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan telur yang dikonsumsi mentah. Dengan kata lain, memasak telur justru membantu memaksimalkan manfaat nutrisinya.
Dari sisi keamanan, telur mentah juga memiliki risiko kesehatan. Telur berpotensi terpapar bakteri Salmonella enteritidis, baik melalui cangkang maupun bagian dalamnya.
Infeksi bakteri ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, demam, mual, hingga nyeri perut. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta individu dengan sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi.
Meski demikian, telur juga tidak dianjurkan dimasak secara berlebihan. Paparan panas terlalu lama dapat menyebabkan protein menggumpal berlebihan sehingga teksturnya menjadi keras dan kering, serta mengurangi kenikmatan rasa.
Overcooking juga berpotensi menurunkan kandungan nutrisi yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin B12, folat, dan antioksidan. Lemak pada kuning telur pun dapat mengalami oksidasi jika terkena suhu tinggi dalam waktu lama. Kendati demikian, telur matang tetap jauh lebih aman dibandingkan telur mentah.
Agar manfaatnya optimal, telur sebaiknya dimasak hingga putih telur benar-benar matang, sementara tingkat kematangan kuning telur dapat disesuaikan dengan selera. Untuk menu tertentu yang memerlukan telur mentah, penggunaan telur pasteurisasi lebih dianjurkan guna menekan risiko bakteri.
Dengan pengolahan yang tepat, telur tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi, lezat, dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan tubuh.














