SENANEWS.ID, MEDAN – Permerintah Kota Medan menerjunkan ratusan personel gabungan guna mencegah ‘asmara subuh’ atau tradisi konvoi remaja yang meresahkan masyarakat.
Pengerahan ratusan personel tersebut ditandai dengan apel pagi yang dipimpin oleh Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan ASN Kota Medan.
“Saat ini hari kedua puasa di bulan suci Ramadan, bulan penuh keberkahan. Oleh karena itu perlu dijaga di tiap jamnya. Dengan kita hadir di sini merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan mewujudkan Kota Medan yang aman dan nyaman. Salah satunya untuk mengantisipasi asmara subuh yang kerap meresahkan warga Kota Medan,” kata Rico dalam arahannya dalam apel gabungan di Ringroad, Medan Sunggal, Minggu (2/3/2025) pagi.
Ia menjelaskan, di bukan suci Ramadan banyak anak muda yang sering berkumpul untuk asmara subuh, tentu mereka berkumpul pada subuh bertemu dengan mengendarai sepeda motor, berboncengan mengelilingi kota bahkan sampai kebut-kebutan, ugal-ugalan, mengadakan balapan liar di jalanan yang tidak hanya membahayakan dan juga meresahkan masyarakat tapi juga berpotensi menelan korban jiwa.
“Kegiatan (asmara subuh) ini sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat serta berpotensi merusak fasilitas umum di Kota Medan,” lugasnya.
Ia menekankan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berhenti melakukan tradisi (asmara subuh) ini, karena sama sekali tidak memberi manfaat malah cenderung merupakan perbuatan yang tidak ada manfaatnya.
“Malah kegiatan (asmara subuh) ini malah merusak diri sendiri dan menyebabkan kegelisahan di tengah masyarakat dan berpotensi merusak fasilitas umum,” tukas Rico.
Ia mengingatkan, jika momen (Ramadan) ini sudah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Seorang muslim sejati memanfaatkan momen Ramadan ini untuk memperbaiki dirinya agar nantinya bisa mencari keilmuan bahkan ibadah yang lebih baik. Sehingga mampu membedakan mana yang benar dan salah sehingga terbebas dari perbuatan yang sia-sia,” kata dia.
Di akhir sambutannya, Rico meminta
seluruh peserta apel pagi ini untuk bekerjasama dalam memantau dan mencegah terjadi tindakan negatif yang meresahkan.
“Mereka adalah keluarga besar Kota Medan maka kita lah yang harus menjaga dan merangkulnya. Kita merangkul tidak memukul,” pungkasnya.














