SENANEWS.ID, JAKARTA – Kebutuhan minum air tidak hanya berkaitan dengan rasa haus, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Kulit yang tampak kusam, kering, atau rentan iritasi dapat menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi.
Dokter spesialis kulit, Oben Ojong, menyebut hidrasi sebagai faktor penting dalam menjaga kesehatan dan ketahanan kulit. “Hidrasi adalah salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan dan ketahanan kulit,” ujar Ojong, dikutip dari EatingWell.
Menurutnya, seluruh sel tubuh, termasuk sel kulit, membutuhkan air agar dapat berfungsi optimal. Sekitar dua pertiga tubuh manusia terdiri dari air dan sebagian di antaranya berada di dalam sel kulit.
Ojong menjelaskan, kurang minum air dalam jangka pendek dapat menyebabkan lapisan terluar kulit kehilangan kelembapan. Jika berlangsung lama, dehidrasi kronis berpotensi memengaruhi fungsi kulit, mempercepat tanda penuaan, serta melemahkan peran kulit sebagai pelindung tubuh.
Dampak dehidrasi juga mudah terlihat dari perubahan tampilan kulit. Kulit dapat tampak kusam, kurang elastis, muncul garis halus, hingga terasa kasar dan bersisik.
Dokter spesialis kulit Arjun Dupati menambahkan, sel kulit yang terhidrasi dengan baik akan terlihat lebih “penuh” sehingga teksturnya tampak lebih sehat. Bahkan, peningkatan asupan cairan selama satu hingga dua hari dapat membantu memperbaiki penampilan kulit yang terlihat lelah akibat dehidrasi ringan.
Namun demikian, Ojong menegaskan bahwa minum air bukan solusi instan untuk mengatasi penuaan akibat paparan sinar matahari atau berkurangnya kolagen. Hidrasi membantu menjaga kelembapan kulit, tetapi tidak menggantikan perlindungan menyeluruh, seperti penggunaan tabir surya.
Selain memengaruhi tampilan, kekurangan cairan juga dapat melemahkan lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Kulit yang berulang kali mengalami kekeringan menjadi lebih sulit mempertahankan kelembapan dan lebih rentan terhadap iritasi serta paparan polusi. Dehidrasi juga dapat memperlambat proses penyembuhan kulit karena pengantaran oksigen dan nutrisi ke jaringan tidak berjalan optimal.
Tak hanya itu, kurang minum air turut mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu. Dalam kondisi terhidrasi baik, tubuh dapat memproduksi keringat dan mengalirkan darah ke permukaan kulit untuk melepaskan panas. Sebaliknya, saat dehidrasi, produksi keringat menurun sehingga risiko tubuh mengalami panas berlebih meningkat.
Untuk menjaga hidrasi kulit dari dalam, Ojong dan Dupati menyarankan konsumsi air putih dan minuman tanpa gula secara rutin sepanjang hari. Asupan cairan juga dapat diperoleh dari buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, mentimun, jeruk, stroberi, dan sayuran hijau.
Selain itu, nutrisi seperti protein, vitamin C, dan lemak sehat turut berperan dalam memperkuat skin barrier dan membantu kulit mempertahankan kelembapannya.














