SENANEWS.ID, JAKARTA – Al-Nassr meraih kemenangan penting dengan skor tipis 1-0 atas Al-Taawoun pada pekan ke-18 Liga Profesional Saudi di Al-Awwal Park, Selasa (27/1/2026) dini hari WIB. Laga berlangsung panas, keras, dan penuh tensi, ditandai gol bunuh diri penentu serta 10 kartu kuning yang dikeluarkan wasit.
Meski tampil dominan dan menurunkan deretan bintang seperti Cristiano Ronaldo, Sadio Mané, Kingsley Coman, hingga João Félix, Al-Nassr harus menunggu momen krusial di penghujung babak pertama untuk memecah kebuntuan.
Gol Bunuh Diri Jadi Pembeda
Satu-satunya gol pertandingan tercipta pada menit ke-45 melalui situasi tak terduga. Bek Al-Taawoun, Mohammed Al-Dossari, melakukan gol bunuh diri saat berusaha mengantisipasi tekanan Al-Nassr di kotak penalti. Gol tersebut langsung mengubah jalannya laga dan menjadi pembeda hingga peluit panjang.
Al-Nassr sempat mencetak gol lebih awal melalui Mohamed Simakan, namun VAR menganulirnya karena posisi offside. Keputusan itu sempat memicu ketegangan, sekaligus menegaskan betapa detail kecil sangat menentukan dalam pertandingan ini.
Dominasi Al-Nassr, Mailson Jadi Tembok
Sepanjang laga, Al-Nassr tampil lebih agresif dan konsisten menekan. Cristiano Ronaldo mendapat sejumlah peluang, termasuk tembakan keras yang membentur mistar di awal pertandingan. Sadio Mané juga hampir menggandakan keunggulan, tetapi sepakannya hanya mengenai tiang gawang pada babak kedua.
Di sisi lain, Mailson tampil impresif di bawah mistar Al-Taawoun. Kiper asal Brasil itu beberapa kali menggagalkan peluang emas dari Ronaldo, Coman, hingga João Félix, membuat skor tetap tipis dan pertandingan bertahan dalam tensi tinggi hingga menit akhir.
João Félix, Motor Serangan Tanpa Gol
Walau tak mencatatkan namanya di papan skor, João Félix tampil menonjol sebagai penggerak utama serangan Al-Nassr. Pergerakan tanpa bola, umpan terobosan, serta kemampuannya menarik pelanggaran membuat pertahanan Al-Taawoun terus berada di bawah tekanan.
Kolaborasinya dengan Ronaldo dan Mané kerap membuka ruang, meski efektivitas penyelesaian akhir Al-Nassr masih menjadi pekerjaan rumah.
Hujan Kartu Warnai Laga Keras
Pertandingan ini juga diwarnai total 10 kartu kuning, mencerminkan kerasnya duel dan ketatnya perebutan bola, terutama di lini tengah. Beberapa pemain kunci dari kedua tim harus bermain ekstra hati-hati setelah menerima kartu, yang turut memengaruhi ritme permainan.
Babak kedua menjadi puncak ketegangan, khususnya dalam 15 menit terakhir, saat Al-Taawoun meningkatkan intensitas serangan demi mengejar gol penyeimbang, sementara Al-Nassr fokus mengamankan keunggulan.
Al-Taawoun Melawan, Tapi Gagal Menyamakan Skor
Meski kalah, Al-Taawoun tidak tampil pasif. Mereka beberapa kali mengancam melalui bola mati dan tembakan jarak jauh. Namun, rapatnya lini belakang Al-Nassr serta minimnya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut tak berbuah gol.
Kesimpulan: Kemenangan 1-0 ini menunjukkan sisi lain Al-Nassr: tidak selalu menang dengan skor besar, tetapi mampu bertahan dalam laga keras dan memanfaatkan momen krusial. Bagi Al-Taawoun, kekalahan ini terasa pahit, terutama karena ditentukan oleh gol bunuh diri.
Hasil ini menjaga Al-Nassr tetap berada dalam jalur persaingan papan atas Liga Profesional Saudi, sementara Al-Taawoun harus segera bangkit agar tak kehilangan momentum di paruh musim.














